Oleh : Herlina Zain Syam

(* Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Makassar )

Sejarah telah mencatat, bahwa generasi muda Indonesia telah bersumpah dihadapan tanah Air Indonesia untuk berbahasa satu yakni Bahasa Indonesia, dan itu telah dibekukan dalam catatan sejarah dengan sebutan Sumpah Pemuda yang selalu kita peringati pada 28 0ktober yakni Hari Sumpah Pemuda.
Namun kenyataanya, saat ini sumpah yang telah dicetuskan oleh generasi muda telah dikangkangi para generasi muda yang mengaku gaul, modern bahkan bangga memperkosa bahasanya sendiri tanpa pernah merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya.

Pemerkosaan bahasa itu dilakukan hampir disetiap hari melalui Media Sosial, baik itu Facebook, Twiter, Instagram, dan jejaringan social lainnya. Sering kita temukan, dengan bangga anak-anak muda kita membuat status dengan bahasa Alay seperti “m3t p4gi cemuany4” btw “gi p4 qmu”.
Pemuda Indonesia telah kehilangan identitas diri, bahasa Indonesia yang merupakan bahasa jati diri bangsa yang merupakan bahasa pemersatu sudah hilang diperedaran. Para pemuda kita sudah tidak berminat lagi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Para pemuda kita malu, berbahasa Indonesia apalagi membuat status menggunakan bahasa Indonesia di Media Sosial.

Kalaulah kita ingin kembali mengingat kilas balik sejarah kebelakang, betapa pentingnya peran pemuda bagi Negara Indonesia yang merupakan armada dalam kemajuan bangsa. Pemuda menjadi pilar dan motor untuk mencapai kemerdekaan bangsa.
Kita ingat, dimana peran pemuda dimulai dari Budi Utomo tahun 1908, kemudian diproklamirkan dalam sumpah pemuda tahun 1928, ditambah dengan proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Hingga sampai masa reformasi, pemuda tetap menjadi tokoh intelektual bangsa senantiasa berkontribusi untuk Negara sebagai pemikir dan penggerak demi kedaulatan bangsa.

Pemuda mempunyai peran sebagai iron stock mempertahankan bahasa Indonesia, dengan melestarikan bahasa Indonesia disetiap aktifitas termasuk menjadi motor penggerak di Media Sosial dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
Ketika bangsa lain, sudah berbondong-bondong untuk belajar Bahasa Indonesia. Kenapa kita yang merupakan generasi penerus, justru surut dengan bahasa resmi negeri ini.

Agama Islam sendiri, justru telah mengajarkan bahwa pemuda hari ini akan menjadi pemimpin-pemimpin dimasa yang akan datang. Merekalah yang akan mewarisi tugas-tugas mulia dari para pendahulunya untuk menggembala umat ini.

Siapa lagi yang akan mempertahankan Bahasa Indonesia, jika bukan pemuda-pemudi Indonesia. Siapa lagi yang akan mengkampanyekan bahasa Indonesia melalui Medsos kalau bukan pemuda dan pemudi Indonesia. Siapa lagi kalau bukan kita yang menanamkan rasa nasionalisme dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar yang akan kita terapkan dikehidupan kita sehari-hari termasuk menerapkan dalam pembuatan status diseluruh media social yang kita miliki.

Ingat….. Presiden RI Seokarno pernah berujar, beri aku 10 pemuda akan aku goncang dunia ini.
Jika pesan dari presiden pertama Indonesia ini, mau kita aplikasikan didunia medsos dengan mengkampanyekan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dan menjadi generasi iron stock pertahankan Bahasa Indonesia bukan menjadi generasi pemerkosa bahasa dengan menggunakan bahasa alay.

Tidak hanya, Indonesia yang akan bergoncang. Akan tetapi dunia akan berguncang dengan bahasa Indonesia yang kita kampanyekan disetiap hari melalui status kita.

Bayangkan, dari hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) saat ini lebih dari setengah penduduk Indonesia telah menggunakan dunia internet, artinya sekitar 132,7 juta orang Indonesia telah menggunakan internet dari total penduduk Indonesia yang telah mencapai 256,2 juta orang dan rata-rata pengguna internet dan menggunakan medsos adalah generasi muda bangsa Indonesia.
Kalaulah, seluruh generasi muda Indonesia yang aktif bermedsos menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam pembuatan status, tak hanya Indonesia yang bergoncang, dunia akan bergoncang dengan status-status dari generasi muda.

Jika itu yang kita lakukan, maka sumpah yang telah diucapkan para generasi pemuda kita sebelumnya yang telah berjuang merebut kemerdekaan tidak akan menjadi sia-sia.

Ingatlah… Generasi muda kita terdahulu, telah bersumpah atas nama Indonesia dengan berbahasa satu Bahasa Indonesia.
Seorang penulis dan sastrawan Indonesia Pramodya Ananta Anta Toer pernah berujar, “ Indahnya dunia ini, jika pemuda masih tahu perjuangan” dari itu. Jangan pernah mengingkari sumpah pemuda generasi kita, jadilah generasi muda iron stock pertahankan bahasa Indonesia bukan menjadi generasi muda pemerkosa bahasa.

 

#BeSmartBeSafe

 

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Warganet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…