Oleh : Rama Nur Kurniawan. K

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar pada setiap manusia, layaknya kebutuhan atas makan dan minum. Oleh karena itu, pendidikan telah menjadi hak dasar bagi setiap warga negara Indonesia yang telah dijamin oleh pemerintah dan tertuang dalam pasal 31 undang-undang dasar tahun 1945. Hak memperoleh pendidikan merupakan hak pada setiap warga negara tanpa terkecuali, walaupun dalam perwujudan realitasnya tidak semua warga negara  di Indonesia, telah  memperoleh hak atas pendidikan tersebut.

Tak terkecuali di Indonesia, seluruh negara-negara di dunia, baik yang masuk dalam golongan negara adidaya, negara maju, negara ketiga/berkembang dan negara terbelakang tidak dapat dipungkiri bila setiap warga negaranya akan membutuhkan pendidikan, karena disadari atau tidak pendidikan adalah sumber utama atau tolak ukur apakah negara tersebut dapat mensejahterakan rakyatnya, dapat melindungi serta memenuhi segala kebutuhan warga negaranya baik itu dalam mencukupi kebutuhan primer (sandang, pangan, papan), kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.

Pada negara-negara maju, yang ditandai dengan berkualitasnya outcome pendidikan maka sudah dapat dipastikan kesejahteraan warga negaranya akan lebih terjamin dibandingkan negara-negara berkembang dan negara terbelakang (miskin). Di Indonesia sendiri yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945 masih dikategorikan sebagai negara berkembang (bila tidak ingin disebut sebagai negara terbelakang). Segala daya dan upaya yang dilakukan oleh pemerintahan presiden pertama sampai dengan sekarang rasanya masih belum mampu mensejajarkan negara Indonesia dengan negara-negara tetangganya yang notabene dianggap serumpun.

Belum selesai permasalah distribusi hak dalam memperoleh pendidikan, masalah yang lain muncul, yaitu bagaimana konsep pendidikan itu sendiri. Bagaimana pendidikan dalam melihat peserta didik (siswa) dan pengajar (guru/dosen) sebagai pengajar dan lingkungan sekitarnya atau objek pelajaran yang ingin dipelajarinya. Atau lebih sederhananya, bagaimana output/kualitas peserta didik yang telah dihasilkan dari system pendidikan di Indonesia?

Mengurai Sistem Pendidikan di Indonesia

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2004 dalam (Sujatmoko, 2010), pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi anak agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang mulia ini disusunlah kurikulum yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan dan metode pembelajaran. Kurikulum digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan, dan kemudian akan dievaluasi secara nasional dengan menggunakan alat ukur yang sama.

Comments

comments

Pages 1 2 3 4
Load More By MakassarCerdas
Load More In Esai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…