Baharuddin Lopa Sang Pendekar Hukum dari Mandar

“Kendatipun kapal akan karam, tetap tegakkan hukum dan keadilan” –Baharuddin Lopa

Indonesia sebagai negara berkembang yang bercita-cita menjadi negara besar  mengalami permasalahan akut oleh krisis tokoh yang sangat memprihatinkan sebab dekadensi moral para pemimpin yang mengambil peran untuk memajukan bangsa ini banyak yang tak mampu mengemban amanah rakyat dan mempertanggung jawabkan sumpah jabatannya. Apalagi diperparah oleh budaya korupsi yang semakin menjalar ke seluruh sendi negara ini. Mereka yang demikian itu berbondong-bondong merampok kekayaan negara ini dari pintu mana saja sebab tak satupun bisa lepas dari godaan virus yang bernama korupsi ini baik itu individu yang menempati posisi eksekutif, legislatif dan yudikatif. Kita pun dibawa ke dalam suatu pusaran masalah yang tak memiliki ujung dan seakan tak mampu teratasi. Rentetan kekisruhan itu pun membuat kita merindukan sekaligus mengingatkan kita pada satu nama; Baharuddin Lopa.

Di Pambusuang, 27 agustus 1935 yang lalu telah lahir seorang lelaki yang bernama Baharuddin Lopa yang kelak dijuluki pendekar hukum dari tanah Mandar. Dia adalah orang Mandar yang termasuk sukses dalam kancah nasional. Ia hampir menempati seluruh posisi strategis dalam karirnya. Di usianya yang belia pada umur 25 tahun telah menjabat sebagai Bupati Majene yang pada waktu itu masih bagian dalam teritorial wilayah Sulawesi Selatan. Pernah menjadi Sekretaris Komnas HAM antara kurun waktu 1993-1998, Pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi di beberapa provinsi seperti Sulawesi Tenggara, Aceh dan Kalimantan Barat, juga penah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Mentri Hukum dan Perundang-undangan ke-23  yang hanya dijabatinya beberapa bulan saja antara 9 Februari 2001-2 Juni 2001, Jaksa Agung  Republik Indonesia yang ke-17 periode 2 juni 2001-3 juli 2001 yang dijabat satu bulan saja.  Capaiannya  itu serasa sulit untuk dicapai oleh tokoh-tokoh Mandar hari ini. Terlepas dari kesuksesan yang didapatkan Lopa bahwa ada sesuatu hal yang dapat dijadikan panutan untuk masyarakat Mandar pada khususnya, Indonesia pada umumnya,  ialah cara Baharuddin Lopa memandang hukum sebagai sesuatu yang harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Hal itu pula yang membuat namanya menjadi tokoh penegak hukum  yang bersih dan menjadi sosok yang langkah di negara ini. Dia adalah salahsatu orang yang mampu mengusut dan membawa kasus Soeharto ke meja hijau meskipun Soeharto  pada akhirnya tidak jadi diadili oleh karena masalah kesehatan. Ia juga berhasil menyerep Go Tian Kien pengusaha yang dianggap kebal hukum karena  dekat dengan para petinggi waktu itu. Keberaniaannya dalam membrantas korupsi menginspirasi kepala kejakasan seluruh Indonesia untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Baharuddin Lopa dalam memerangi koruptor. Dan juga karena hal itu sehingga hari lahirnya dijadikan sebagai  Deklarasi Hari Anti Korupsi. Namun karena sifatnya yang tidak kenal kompromi dalam masalah penegakan hukum maka iapun menjadi musuh bagi koruptor akibatnya jabatannya sebagai Jaksa Agung RI hanya seumur jagung.

Baharuddin Lopa adalah sosok yang mampu mengaplikasikan filosofi tomalaqbi dalam dirinya—sebuah falsafa untuk menjadi manusia Mandar. Ia berhasil menyelaraskan perkataan (pau) dan perbuatan (kedo). Dalam konsepsi orang mandar bahwa orang yang ingin disebut “to mandar”  sehahrusnya bukan hanya ditentukan dari letak geografis saja tapi mempraktekkan Mandar itu sendiri sebagai filosofi hidup.  Belum lagi Baharuddin Lopa memiliki sifat kejujuran dan kebijaksanaan yang membuat ia menjadi seorang pemberani, kebereraniannya pula dipengaruhi oleh letak kelahirannya di Pambusuang—kampung yang dijuluki kampung ulama dan kampung yang terkenal melahirkan banyak orang pemberani, kondisi itu pula yang menempa  sosoknya menjadi garang. Ia mengajarkan kita bahwa berani tidaklah dengan menantang orang untuk berduel dengan otot ataupun beradu ilmu agar terlihat kuat tapi ia membuktikan bahwa sesungguhnya orang berani itu ialah orang yang mampu menjaga perkataanya sesuai dengan perbuatannya dan juga kita hanya boleh takut kepada Allah. S.w.t sehingga tak perlu takut kepada manusia. Hal ini membuatnya tak takut untuk menegakkan hukum dengan segala resiko yang menantinya. Baharuddin Lopa sangat bangga menjadi orang mandar dan sangat menjaga yang namanya siri’-nya orang Mandar. Itu dibuktikan pada suatu ketika saat ia ditanya perihal kenapa ia menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan komporomi, lalu Lopa menjawab “ apa tomandara” yang artinya “sebab saya orang mandar”.

Baharuddin Lopa adalah sosok teladan sekaligus kebanggaan orang Mandar. Sangat langkah ditemukan sekarang seorang tokoh yang mampu membumikan Mandar di kancah nasional bukan karena kontroversi, ataupun sensasi melainkan prestasi.  Tapi semoga dengan spirit Baharuddin Lopa sekiranya mampu menjadi embrio untuk melahirkan Lopa-Lopa yang baru. Sayangnya, di usia enam puluh lima tahun ia harus menghentikan perjuangannya untuk berbakti ke negara tercinta Republik Indonesia oleh sebab pada tanggal 3 juni 2001 ia menghembuskan nafas terakhirnya di tanah Arab. Seolah sudah menjadi takdir ia terlahir di Kampung ulama dan meninggal di tempat lahirnya para nabi. Kematiannya tidak hanya meninggalkan cerita tapi suri teladan bagi kita semua terkhusus bagi para tokoh-pemimpin Indonesia hari ini yang tak mampu mengendalikan syahwat kekuasaan. Tapi tentunya tidak ada kata terlambat untuk berubah dan kita harus percaya bahwa seluruh masalah pastilah ada solusinya. Sejarah akan selalu menjadi guru yang baik. Orang-orang hebat akan terus lahir.

Mungkin Baharuddin Lopa telah tiada tapi kisahnya akan selalu abadi dalam cerita. Semoga perjuanganmu akan terus hidup, Lopa.

 

Syafri Arifuddin Masser

Instagram: @Syafriamasser @Kamar Literasi

#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…