Makassarcerdas.com, Makassar -Kementerian Agama RI melalui Dirjen Pendidikan Islam 10 tahun yang lalu menggulirkan sebuah program unggulannya bagi Pondok Pesantren khususnya bagi Santri Madrasah Aliyah yaitu Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)  dimana di program ini memberikan peluang besar kepada para santri dan santriwati pondok pesantren se Indonesia untuk mengenyam Pendidikan lanjutan untuk Strata Satu di puluhan Perguruan Tinggi Ternama di seluruh Indonesia.

Sulawesi Selatan sebagai salah satu Lumbung Santri di Indonesia Timur sudah mengikuti dan melaksanakan program ini sejak 2010 melalui Kanwil Kemenag Prov Sulsel di bidang pendidikan Diniyah dan pondok pesantren. Dan Hampir setiap tahun peserta PBSB yang mendaftar di Kemenag Sulsel ada yang lolos, bahkan Kemenag Sulsel pernah menorehkan sejarah dengan meraih presentase kelulusan tertinggi santrinya sebagai Indonesia yang lolos di Program tersebut selama dua tahun berturut turut.

“Untuk Tahun 2017 ini, PBSB kembali digelar dan diikuti oleh Sulsel, bahkan antusiasme pesertanya sangat besar, bagaimana tidak, ada 287 orang santri (Wati) dari 28 Pondok Pesantren dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tes di program ini. Dan untuk wilayah Timur, Sulsel diberikan 60 kuota dari 270 orang yang akan mengikuti PBSB ini se Indonesia,” Jelas Kabid PD. Pontren Kanwil H. Fathurrahman saat acara pembukaan Pembinaan Program Beasiswa Santri Berprestasi di Hotel Romedo Makassar, Senin, (22/05) siang tadi.

“Tujuan dilaksanakannya pembinaan selama 3 hari kedepan sebelum nantinya mengikuti Tes  berbasis Komputer (Online) yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei Mendatang di MAN 2 Model Makassar, adalah sebagai pemberdayaan moral bagi santri melalui upaya memperluas akses bagi santri berprestasi yang memiliki kematangan pribadi, kemampuan penalaran, serta kesiapan wawasan dan keterampilan khususnya terkait tekhnologi informasi. Dan proses pembinaannya akan dibimbing langsung oleh Tim dari Lembaga Studi Centre official Indonesia (LSCI) termasuk untuk mata pelajaran IPA, IPS, IPC dan Keagamaan,” Lanjut Fathurrahman.

Ka.Kanwil Kemenag Prov Sulsel H. Abd. Wahid Thahir dalam sambutannya menyampaikan bahwa semenjak lembaga pendidikan agama khususnya Pondok Pesantren memperoleh Rekognisi (Pengakuan) dari Pemerintah RI, peluang bagi santri pondok pesantren semakin terbuka lebar untuk menampilkan perannya bagi bangsa Indonesia, karena negara dan pemimpin negara kita sudah menyadari bahwa Pondok Pesantrenenjadi salah satu Benteng Moral Bangsa yang terkuat karena didalamnya diajarkan ilmu dan nilai nilai keagamaan secara totalitas.

Dan potensi santri yang ada di pondok pesantren 20-30 tahun yang akan datang akan mampu mengantarkan bangsa Indonesia menuju masa keemasan, olehnya itu melalui momentum PBSB ini, mari kita tunjukkan bahwa Santri Pondok Pesantren dari Sulsel juga bisa dan mampu, ungkap Kakanwil disambut Aplauss meriah dari para peserta dan hadirin.

Karenanya, saya minta kepada para peserta agar bisa mengikuti seluruh proses dengan serius agar bisa bersaing secara sehat, tetap semangat dalam belajar, jangan lupa jaga kesehatan dan yang paling utama perbaiki niat dan doanya, semoga bisa lolos di Program Ini, pintanya diamini peserta.

Tahun ini peserta PBSB asal Sulsel yang mendaftarkan diri di berbagai fakultas dan program studi “mengincar” sejumlah Perguruan tinggi ternama di seluruh Indonesia yang menjadi Mitra Kementrian Agama RI di program ini diantaranya, IPB Bogor, ITS Surabaya, UGM Yogyakarta, UPI Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, Serta Universitas Sunan Gunung Jati Bandung.

Ka.Kanwil juga berharap dan meminta kepada pelaksana dan peserta agar bisa mempertahankan tradisi sebagai wilayah yang paling banyak dan paling tinggi tingkat kelulusannya di program PBSB Se-Indonesia, sehingga anak-anak santri kita bisa mewujudkan cita cita masa depannya dan mampu memberikan pengabdiannya kepada bangsa, negara, daerah dan masyarakat kita di masa yang akan datang, pinta Mantan Kepala Bidang PD. Pontren Kanwil ini.

Kegiatan pembinaan PBSB selain dihadiri oleh 287 peserta, juga diikuti oleh Para Kepala Seksi di lingkup Bidang PD. Pontren Kanwil, sejumlah Pimpinan dan pembina Pondok pesantren di Sulsel serta Para Widyaiswara terampil dari LSCI.

 

 

Nuraeni

 

#BeSmartBeSafe

 

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Warganet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…