ANAK GEMBALA TUHAN

Oleh : Agus Parewa

 

Musti bermula disuatu tempat

Matahari gugur dan kembali menggeliat

Telentang maut yang buas

Dan menangis sepanjang malam

Sampai tak ada yang sempat bertanya

Dari rahim yang gemar menagih rindu

Dan kita di palung yang paling hening

Rupanya kita hanya menimbun diri sendiri di rimbun

Wahai anak gembala Tuhan

Setiap jalan hanya akan menyisakan

Musim kematian

Dan lupa sila pertama

Ketika orang-orang meminta

Dikubur dengan air mata Tuhan.

 

Panggung DG. Pamatte, 2017

 

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…