Kata yang Umrah di Salib Akhir


Oleh : Narayata

Aku umrah pada malam dengan sejembut kenangan menuntut menghimpit.
Aku  malam, sendiri!

Ringkih, seringkih-ringkihnya bulan jatuh di wajahmu. Bulan di tengahnya, kursi menyanyikan kemenangan pada malam yang malang.Yang kamu berkeciak marah-merah.

Sebelum hujan, biarlah orasi sebatang tiang listrik terus terkesiap. Hujan kakuminal muntahkan alegori kata kerja. Ah..Yolah kamu andai terbujur bukan kepalang. kata merenyuk merunyut untuk bulan lalu landai. Kata kita basmi saja.basahi saja.luahi dengan andai.luahi tanpa kotok.

Rumput merumput itu lalang. Tak ada bunga apalagi kelopak menguntum.
Tanpa sekali aku menyebut itu kejahatan
Aku umrah pada kata
Kata yang tak tereja dalam ritus pembabtisan

 

Aku yang di matamu hening

Yang seluruhnya terselip dendam

Yang akunya,

Yang dirimu

merentak menentang

Yang lunas di pertengahan malam

dengan rindu yang tertikam

Ah, kata

Kau pergi diam-diam sebelum aku tahu cara mengganti popok dan menggunakan jas hujan

Belum ada kata dapat aku buat berkirim surat protes kepada Presiden; tentang si Mina kehilangan kambing dan si Bagus tak lagi suka makanan kampung.

Ah…mengapa engkau meninggalkanku di penyaliban ini sendiri!

Gowa, 9 Juni 2016

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…