MakassarCerdas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa FKM-Universitas Pancasakti (BEM FKM-UNPACTI) adalah lembaga kemahasiswaan yang berada di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Makassar, yang beralamat di JL. Andi Mangerangi No. 73 Kota Makassar.

BEM FKM- Universitas Pancasakti, resmi didirikan pada kegiatan MUBES-I tertanggal 13 Januari tahun 2001 silam. Seperti halnya lembaga kemahasiswaan pada umumnya, forum musyawarah besar (mubes) merupakan ritual tahunan kelembagaan dalam memilih pemimpin dan kepengurusan baru. Pemilihan kepemimpinan dan kepengurusan baru dalam kegiatan MUBES ke XV BEM FKM-UNPACTI ini diharapkan mampu menentukan arah kelembagaan, serta menjadi penerus dalam melanjutkan dan meningkatkan kerja-kerja organisasi, hingga tujuannya dapat terpenuhi sesuai dengan amanat konstitusi.

MUBES BEM FKM-UNPACTI Makassar, dilaksanakan selama 2 hari, terhitung sejak tanggal 29-30 April 2017 yang bertempat di Aula Universitas Pancasakti Makassar. Pada Mubes ke XV kali ini di usung menggunakan tema “Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, kita jadikan sebagai titik awal menjadi mahasiswa kesehatan masyarakat yang kreatif, inovatif, dan progresif”.

MUBES-XV BEM FKM Univer sitas Pancasakti Makassar – Foto RNK

Ada yang unik dari pelaksanaan MUBES BEM FKM-UNPACTI Makassar, jika dibandingkan dengan `organisasi BEM lain yang berada pada lingkup yang sama pada Universitas Pancasakti, seperti BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F.MIPA), BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FKIP).

Pada kegiatan pemilihan ketua umum BEM FKM UNPACTI pada forum mubes, dilakukan melalui system pemilu raya. Proses ini menjadi pembeda dengan organisasi BEM yang lain yang berada pada lingkup Universitas Pancasakti, yang hanya melakukan pemilihan ketua umum dengan cara pemilihan langsung pada forum musyawarah.

Menurut Liano (25) yang bertindak selaku koordinator steering dalam kegiatan ini menuturkan bahwa, proses pemilu raya dalam pemilihan calon ketua baru BEM FKM UNPACTI, merupakan sebuah tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun pada organiasi BEM FKM UNPACTI. Menurutnya, hal ini dilakukan dengan mengacu pada landasan konstitusi (AD/ART) lembaga yang berasaskan pada semangat demokrasi.

Lain lagi yang disampaikan oleh ketua panitia pelaksana, Nikolaus Ariston (22), yang akrab disapa Aris. menurutnya, bahwa Kampus/Universitas merupakan miniature dari sebuah negara. Sehingga aktivitas dari sebuah negara, harus terefleksi dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lingkungan kampus, tak terkecuali dalam sistem pemilihan umum. Menurutnya dengan melaksanakan system pemilu raya dalam mengusung calon ketua umum BEM, dapat menyebabkan aura/atmosfer demokrasi dapat lebih terasa di mata, dan hati para mahasiswa, baik yang bertindak selaku konstituen, maupun yang hanya menjadi team hore, katanya.

Aris juga menuturkan bahwa, pada pelaksanaan pemilu raya, system pencoblosan pasangan calon senantiasa dilakukan di tengah-tengah lapangan Universitas Pancasakti. Layaknya pesta demokrasi pada system pemerintahan, yang sebelumnya juga didahului oleh agenda pemaparan, visi/misi dan debat  kandidat oleh tiap pasangan calon yang juga dilakukan di tengah lapangan, walau berada di bawah terik matahari.

Hal menarik dari system pemilu raya yang dilakukan oleh kawan-kawan BEM FKM UNPACTI adalah karena tiap pasangan calon harus di usung oleh satu kelompok (Partai), yang telah mendaftarkan kelompok/partainya pada Komisi Pemilu Raya (KPR). Dimana, syarat pemilihan nama tiap partai harus terbentuk dari kosa kata yang menjadi kritik social yang tengah terjadi pada lingkup kampus mereka. Misalnya saja “Partai Akreditasi Macet”, yang juga ikut sebagai kontestan dalam mengusung salah satu pasangan calon yang saat ini belum mau menyebutkan identitasnya.

Dalam tiap kepengurusan kelembagaan, tentunya mempunyai kelemahan serta kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing periode kepengurusan. Begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan/ritual tahunan Musyawarah Besar (Mubes). Hal yang berbeda dalam pelaksanaan mubes BEM FKM UNPACTI ke XV kali ini adalah, karena kegiatan Mubes ini tidak di inisiasi oleh kepengurusan BEM sebelumnya, yang menurut konstitusi, masa jabatannya telah berakhir sejak bulan Februari silam. Kegiatan Mubes BEM FKM UNPACTI, justru di pelopori oleh mahasiswa angkatan muda (junior pada kepengurusan sebelumnya).

Permasalahan ini di tuturkan oleh salah seorang anggota Ikatan Alumni (IKA-FKM UNPACTI) yang berinisial “R” yang juga sempat hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, selaku alumni yang sekaligus menjadi pengamat dalam memantau progress organisasi, mengatakan sangat memberi apresiasi positif dari niat dan tindakan dari para mahasiswa angkatan muda.

“R” juga menuturkan berdasarkan kacamatanya, bahwa permasalahan ini dipicu oleh kekecewaan yang dialami oleh beberapa orang mahasiswa angkatan muda, yang menganggap bahwa kepengurusan BEM FKM pada periode sebelumnya, tidak menunjukkan progress yang positif, serta kurang memberi perhatian dalam mengawal isu-isu birokrasi yang tidak berpihak pada kepentingan mahasiswa. Menurutnya, kedua poin tersebut yang menjadi pemantik sikap kritis mahasiswa dari kalangan muda, untuk segera menyelesaikan periode kepengurusan yang lama, dan segera menggantinya dengan pengurus baru yang dianggap lebih becus dan konsisten dalam mengawal kepentingan mahasiswa FKM secara umum, dan demi meningkatkan denyut dan nafas organisasi secara lebih khusus.

 

R N K

#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…