Makassarcerdas.com, Jeneponto – Sejarah telah mencatat bahwa peran pemuda dalam membingkai peradaban Bangsa adalah merupakan bagian dari ide dan gagasan pemuda, lahirnya gerakan pemuda pada tahun 1908 yang dimotori oleh Budi Utomo, pemuda sawerigading membangun peradaban iLagaligo di nusantara, Pemuda I Mallombassi Daeng Mattawang dalam membangun imperiumnya, Bagimana Pemuda Soekarno membingkai NKRI, Serta bagaimana pemuda Raja Binamu mengukir narasinya  dalam menggaungkan semangat perlawanan pemuda.

Bangsa Indonesia secara jelas mengambarkan secara heroic, Bagaiamana semangat kepemudaan menjadi kata kunci dalam mempelopori lahirnya sebuah peradaban. Tentu, semangat kepoloporan pemuda pada setiap lintasan perabadan ini,  Bukanlah sesuatu yang lahir secara instan, melainkan lahir dari akumulasi situasi, rasa cinta,  yang secara nyata dapat dibahasakan dengan satu kata: TANGGUNG JAWAB.!

Saat ini peran pemuda sedang dieja, keberadaannya dituntut menjadi sumber gagasan ideal bagi bangsa ini khususnya Jeneponto. Hadirnya pemuda yang intelektual dan idealis diharapkan dapat menjadi penggerak lajunya perubahan sosial kearah yang lebih baik. Oleh Karena itu pemuda hari ini harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi patron yang mampu memotivasi dan menginspirasi lingkungannya.  Artinya, kisruh peradaban merupakan kenyataan sejarah yang mesti dihadapi pemuda saat ini. Perjalanan kehidupan yang semakin menjalar pada sebuah dinamika social yang tak menentu dalam mengagendakan perubahan, secara nyata mendesak pemuda untuk terus berjalan menuju tujuan luhurnya.

Tentu saja saat ini narasi menjadi hal penting untuk keberlanjutan kisah atas kedigjayaan pemuda, yang secara substansial, defenisi dalam gerak ideal pemuda sebagai “ perekat semangat persatuan”, adalah dengan mengakselerasi diri pada sebuah tafsir peneguhan identitas, sebab sejatinya pemuda adalah melahirkan cinta pada setiap jengkal semesta. maka identitas pemuda dalam semangat persatuan adalah:

Kita yang memahami dan berlaku bijak pada kosmos (suatu sistem dalam alam semesta yang teratur atau harmonis). Kita yang memiliki kesejatian cinta terhadap pencipta dan juga pada semesta.

Kita yang selalu menyeru kebaikan pada semesta. Kita adalah yang menyajikan cinta dalam kesejatian ide tak terbatas.

Oleh karena pemuda dalam semangat persatuan ingin melukis peradaban lewat semangat Persatuan Bersama ribuan pemuda lainnya harus menjadi lokomotif lahirnya konsolidasi emosional pemuda, Yang diinterpretasikan secara nyata dalam visi dan agenda agenda aksi, Pemuda harus merespon ruang dan hadir dalam mengisi ruang ruang kosong perubahan.

Akhirnya, Saya, atas nama pemuda, mengucapkan; Selamat hari jadi Kabupaten Jeneponto yang ke-154 1 MEI 2017, yang saat ini sedang mempersembahkan sebuah karya dari Jeneponto untuk peradaban, (Pesan cinta dari tanah gersang) saya ingin sedikit mengutip pesan Sang Proklamator  “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”

Sementara Pramoediya Ananta Toer mengatakan bahwa; “Sejarah dunia adalah sejarah angkatan muda, jika angkatan muda mati rasa, maka matilah sejarah sebuah bangsa.”  Dan spirit atas karya semangat pemuda ini  harus menginspirasi angkatan muda dalam gerak laku yang tersuguh dalam kehidupan nyata. Thanks

 

Ian Kamaruddin

#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…