MakassarCerdas.com – Tersebarnya rekaman penggusuran wisma mahasiswa Lattimojong Sul-Sel, di Jalan Semeru Nomor 27, Bogor, memunculkan banyak simpati dan dukungan dari para warganet.

Jack Hendrik Jr.

“Jangan mau ditindas walaupun kita pendatang dsana krna kita sllu ramah dngang, pendatang dkampung kita…Paentenggi sirita saribattangq”

Sitti Masnah

“Ewako demi pertahankan…Siri Napacce…Rikampunna Tauwa…Semoga Pak JK… Bisa turut prihatin bersama Gubernurta di SulSel…Amin..”

Ipul Usman

“Maju terus sy yakin perjuangan kalian bukan untuk kalian sendiri nikmat tapi demi adik2 kalian yg kelak kuliah disana kami bangga berjuang terus sampai titik darah penghabisan ku yakin semua ini kau perjuangkan bukan untuk kau miliki tapi demi kelangsungan pendidikan anak2 sulsel yg kuliah di sana”

Rudi Akhmadi

“Jika yang kalian tegakkan adalah kebenaran maka jangan pantang menyerah dan hadapi dengan sikap intelektual.
Namun jika kalian mempertahankan yang salah, sebaiknya mundur dengan teratur.
Jiwa intelektual dan ksatria bukan ditandai dengan perlawanan anarkisme dan heroik.
Tapi d hadapi dengan bijak dan beradab. Semangat buat semuax.”

Namun tidak sedikit juga warganet menawarkan langkah dingin disertai pertimbangan rasional.

ARsan Amar

“Intinya begini sekedar saran utk semua pihak… Selalu terdepankan rasa malu, dan yang paling penting harus berdasarkan Hukum yang berlaku.”

Suriana Koro

“Semoga ada solusi…Sy pernah menjadi bagian dr ikami bogor..Miris melihat kejadian ini… semoga para pengambil keputusan secepatx menyelesaikan masalah ini…. Yg pasti asrama latimojong sangat membantu para generasi penerus sulsel…”

Syamsu Alam Salam

Pa’nassai rong… apa masalahna… jangan bertindak gegabah… selesaikan dengan musyawarah… jangki pake sifat pa’bambangang na tolo….

Selain itu, ada juga melihatnya dengan nada sinis, bahkan menganggap gerakan mempertahankan bangunan itu adalah tindakan sia-sia.  Walaupun demikian beberapa warganet menimpalinya dengan nada lain, agar masalah ini disimak dan dipahami dulu sebelum mengeluarkan komentar.

Puput Subaktiningrum

“Inimmi makassar lama lama d boikot kalau mahasiswany bgtu. Pertanyakanki dl sm pemerintah atau menyuratki d gubernuran sulsel jgn main hakim sendiri. Sempat mmg bukan hak miliknya..kita sendiriji malu. Jgn selalu bw bw ototlah..pake otak jauh jauhta itu kuliah dsna na masih ototji d pake. Malulah”

Winiarti

” Solusi dr sy klo melawan dg bertahan it gk ada gunax n yg merasa rugi jg blm tentu pemerntah sul sel tp diri kalian sndr n bs2 jd korban jiwa trs it apa gunax jd klo mo lawan pke pikiranlah lapor ato bcr am pihak dr pemprov sulsel ato pihak yg berhubngan it jauh lbh good dbanding bertahan sprt itu.”

Humaerah Tubba

???? Astagfirullah….demo?? Siapa yg demo? Menyimak sj kalo tdk tahu permasalahan, jgn keluarkan pernyataan yg menyakitkan….

Eksekusi dilakukan oleh pemerintah Kota Bogor berdasarkan  surat penetapan ketua PN Bogor tanggal 30 Desember 2016 dengan nomor: 17/Pdt/Eks/2016/PN.Bgr jo No.61/Pdt.G/2012/PN.Bgr. Isinya memerintahkan pada pihal penghuni untuk mengosongkan dan meyerahkan objek tersebut secara sukarela pada pemohon eksekusi Yayasan Ghazali Bogor selaku pemiliknya.

Baca Juga : Anak Sulawesi SelatanTergusur di Rantau

NRYT

#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…