Makassarcerdas.com – Kata “Sadis” adalah kata yang sudah tak lagi asing di telinga. Mungkin salah satu diantara kita pernah menjadi objek (korban) dari tindakan/perbuatan sadis, ataupun menjadi subjek (pelaku) perbutan sadis itu sendiri.

Namun pernahkah ada yang bertanya dari mana kata “sadis” itu sendiri??

Mari membaca……

Melacak jejak

Kata “sadis” pertama kali  dikenalkan oleh seorang tokoh filsuf asal Prancis bernama Marquis de Sade, yang telah mempopolerkan aliran filsafat “sadisme”. Marquis de Sade lahir pada tanggal 2 Juni 1740 dan meninggal pada tanggal 2 Desember 1814, dan aliran filsafat “sadisme” atau kata sadis diambil dari turunan nama belakangnya yakni (de Sade).

Filsafat Sadisme

Pemahaman filsafat sadisme yang dipopulerkan oleh Marquis de Sade, membahas tentang topik “kenikmatan”. Hal yang dipahami oleh de Sade adalah, bahwa kenikmatan itu ada dibalik penderitaan. Ataupun dengan kata lai, dibalik penderitaan yang dialami oleh seseorang, terdapat kenikmatan di dalamnya.

Masih bingung??? Sabaaaarrrrr……….

Mengurai Kebingungan

Mari kita Mengutip dan menggaris bawahi pendapat dalam kalimat diatas “ dibalik kenikmatan ada penderitaan, dan dibalik penderitaan terdapat kenikmatan”. Untuk mengurai kebingungan, maka kita akan menjabarkan kalimat/pendapat de Sade seperti ini;

“sebagian orang akan memperoleh kenikmatan setelah sebelumnya telah melakukan tindakan penyiksaan (sadis/keji), baik yang dilakukan pada dirinya sendiri, maupun kepada orang lain”.

Masih bingung???? Sabaaaar…. Pelan-pelan saja..

Sebagai contoh seperti ini; kita tentunya pernah berolah-raga, taukan rasanya berolah-raga?? (capek, haus, keringatan, bau badan dan lain-lain), dalam konteks olah-raga, kita seolah sengaja membuat diri kita capek, haus, keringatan, dan sebagainya, dengan satu tujuan, yakni untuk mendapatkan tubuh yang bugar/sehat (kenikmatan).

Contoh lain seperti ini; mungkin anda, atau salah seorang teman/kenalan anda adalah orang yang suka makan cabe/sambel yang sangat pedas?? seolah selera makan akan hilang ketika menu makanan yang disajikan tidak dalam keadaan yang serba pedas. Atau mungkin kita mempunyai teman/kenalan yang mempunyai tato dibadannya. Pernahkah kita membayangkan bahwa bagaimana sakitnya ketika badan kita ditusuk-tusuk dengan jarum untuk membuat tato? Atau mungkin kita pernah melihat orang yang sengaja menyiksa dirinya dengan memakan cabe/sambel sebanyak mungkin, hingga keringatnya bercucuran membasahi seluruh badan??

Mungkin sebagai orang yang tidak senang dengan makanan yang pedas atau tidak senang dengan tubuh yang bertato, akan mempersepsikan bahwa orang yang sengaja mentato anggota tubuhnya adalah orang yang paling bodoh di dunia?, begitu juga dengan orang yang sengaja memberi rasa pedas yang berlebihan pada makanannya, hingga orang tersebut seolah tak lagi mampu (kewalahan) melahap makanannya sendiri.

Yah.. tentunya kita akan membuat persepsi seperti itu, ketika kita sedang tidak berada pada mashab filsafat sadisme. Namun tidak dengan mereka!!!. Orang yang senang menyiksa dirinya seperti contoh diatas, sebenarnya sengaja melakukan perbuatan tersebut, dengan tujuan untuk mendapat suatu kenikmatan. Inilah yang dikenal dengan perbuatan mendapatkan kenikmatan dengan cara menyiksa diri sendiri.

Contoh berikutnya; Anda pernah bergosip?? Atau sekedar mendengarkan teman anda sedang menggosipi teman yang lain?? Hmmm.. siapa sih yang tidak senang bergosip?? Tentunya bergosip adalah suatu hal yang menyenangkan walaupun hanya sekedar mendengar gosipan. Namun, sadarkah kita? Dibalik perbuatan/tindakan gosip yang dilakukan, sebenarnya ada orang yang sedang menderita (objek yang digosipi) akibat gosip kita??

Yah.. itulah tujuan akhir dari gossip-menggosip, kita akan mendapat kepuasan/kenikmatan ketika tanpa sadar/sengaja telah menyiksa orang lain (objek) dengan cara di gosipi.

Atau mungkin kita (yang sudah dewasa) pernah mendengar atau bahkan tahu dengan istilah “sodomi”..?? Perilaku sodomi bagi sebagian besar orang mungkin menganggap sebagai perilaku sexual yang menyimpang dan mungkin akan berfikir sebagai perilaku yang akan menyikitkan/menyiksa orang/objek yang di sodomi??

sekali lagi ditegaskan..bahwa tentunya kita akan mempersepsikan hal seperti itu, saat kita sedang tidak berada pada paham “sadisme”. Namun sekali lagi!! tentunya persepsi ini akan sangat kontras dengan para pelaku sodomi, baik yang menyodomi (subjek/pelaku) ataupun yang disodomi (objek/korban). Mereka tentunya akan berfikir terbalik dengan kita. Mereka melakukan perbuatan sadis/menyimpang, tidak lain untuk mendapatkan sebuah kenikmatan…

Yah… itulah sekilas tentang konsep “Sadis”. nikmat, dan siksa..

Semoga bermanfaat..

 

R N K

#BeSmartBeSafe

 

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Warganet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…