MakassarCerdas.com – Mahasiswa Jurusan Perbandingan Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Bekerjasama Ikatan Mahasiswa DDI (IMDI) Kota Makasar menggelar seminar Internasional dengan tema “Penerapan Sistem Pendidikan Agama-Agama Dalam Membangun Pendidikan Moral Demi Tercapainya Masyarakat Madani”. Agenda tersebut dihelat di Audiotorium Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, Samata Gowa, Sulsel, Selasa (25/4).

Dalam seminar yang dihadiri ratusan peserta tersebut, mengemuka peranan penting civitas akademika dan mahasiswa dalam mendorong masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia.

“Senantiasa mesti ada dialog antarumat beragama dengan tujuan memperoleh wawasan multikultur dalam menciptakan keharmonisan hidup antarumat beragama dibangsa ini. Sasaran kita adalah untuk meningkatkan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama. Pendidikan Agama diharapkan dapat menumbuhkan karakter dan nilai-nilai baik, seperti kejujuran, keadilan, toleran, cinta tanah air, mandiri, bertanggungjawab,” jelas Saiful Jihad, Akademisi Unhas, salah satu pembicara.

Lanjut alumni Pesantren DDI Kabalanggan ini, sejumlah problem dalam keberagamaan di bangsa ini, misalnya seseorang dinilai dari simbol-simbol formal semata, dan dalam perkembangan selanjutnya, identitas ketaatan diukur dengan keikut sertaan pada pandangan dan sikap keberagamaan dibangun kelompok tertentu. “Jika tidak ikut dianggap dosa, bahkan bisa jadi keluar dari garis iman,” imbuhnya.

Sejumlah isu strategis lainnya dibahas dan dikoordinasikan dalam forum yang dihadiri delapan narasumber yang mewakili beberapa agama dan aliran kepercayaan, diantaranya Connie Ge (Pengajar Sejarah dan Kajian Amerika Universitas Sounthern California), H Saiful Jihad M Ag (Ketua Lembaga Tarbiyah PB DDI), PDT Mitis Harsono M TH (Rektor Sekolah Tinggi Teologia INTIM Makassar), Drs Felix Layadi LIC TH (Rektor Universitas Katolik Atma Jaya Makassar), Ir Yonggris MM (Wakil Ketua Walubi Sulsel) dengan Moderator Syamsul Arif Galib M A (Penulis muda Kota Makassar). Isu Stategis itu antara lain, peningkatan kualitas pengalaman nilai-nilai pendidikan, agama, kerukunan umat beragama, berbangsa, serta dinamika dan tantangan zaman.

Seminar Nasional Kebangsaan ini dibuka oleh Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal, dalam sambutanya menyampaikan hasil survey 29 kota Islami di Indonesia versi Ma’arif Institue. “Sangat menjadi perhatian Makassar berada di urutan trakhir yaitu di urutan 29 dengan angkat 51. Sangat jauh berada di bawah Jogjakarta di urutan pertama disusul Bandung dan Denpasar,” demikian Daeng Ancu sapaan akrabnya.

 

 

Nwn

#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…