MakassarCerdas.com – Soekarno selalu menggebukan soal kedaulatan dalam pidato-pidatonya. Mengingat kembali Pidato-pidato Soekarno dalam beberapa momentum perjuangan pra dan pasca kemerdekaan, kedaulatanlah ciri paling fundamental – selalu beliau ulang-ulang. Lantas muncul sebuah pertanyaan, masihkah negara ini berada di atas garis kedaulatan sebagaimana pidato Soekarno membayangkan kedaulatan? Sayangnya beberapa dekade terakhir bangasa kita mendapat ancaman transnasional diantaranya, susupan Ideologi, ekonomi, hingga politik kebudayaan. Ancaman itulah menjadi benih disintegrasi, tumbuhnya konflik horizontal hingga kungkungan atau ketersandraan kesadaran lainnya.

Benturan kepentingan ekonomi politik global yang terjadi berimbas pada gejolak dalam negeri. Salah satu dampaknya yang belakang ini tejadi yakni persoalan isu-isu SARA. Munculnya sikap primordial yang merasa sebagai entitas paling luhur hingga nalar paling benar pada agama tertentu menjadi persoalan paling krusial. Selain itu, terbukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menghantam SDM dan SDA yang ada di Indonesia, dan berimplikasi pada ancaman kedaulatan serta kompleksitas masalah lainnya.

source : tirto[dot]id

NKRI sebagaimana kelahirannya sebagai nation state tidaklah muncul begitu saja, tetapi   melalui gejolak dinamika perlawanan yang panjang.  Pancasila harus selalu menjadi fundamen dalam berbangsa dan bernegara dari segala aspek demi terbentuknya peradaban bangsa yang akan menjadi blue print negara yang berkeadaban. Begitulah pancasila lahir dari perdebatan sengit nan panjang hingga menjadi asas, yang kata Soekarno, digali dari dalam bumi nusantara itu sendiri. Oleh karena ia lahir rahim masyarakatnya sendiri sehingga tepatlah menjadi asas ideal yang dapat mengakomodir kepentingan setiap golongan bangsa.

Kedaulatan tanggungjawab siapa? Menjaga Kedaulatan NKRI merupakan tanggungjawab bersama beserta instrumen-intrumen kenegaraan, peran aktif masyarakat serta generasi muda untuk mengkanter segala jenis ancaman terhadapnya. Sebab kolonialisme dan imprealisme baru sekiranya telah terlihat di depan mata. Begitu banyak gejalanya, baik yang tampak dan laten sekalipun.  Segala varian ancaman tersebut memiliki kecendrungan merongrong kedaulatan yang dibangun dengan perjuangan panjang itu. Pada akhirnya kita harus siap berhadap-hadapan dengan segala macam hal yang dapat mengancam kedaulatan, sebab ancaman itu semakin multipolar seiring dengan semangat kita bersama ingin memajukan kehidupan bangsa Indonesia.

Penulis : (Muh Qadri Pegiat Literasi UIT Makassar)

Editor : NRY
BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Warganet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…