DITIDURKAN SAJAK

Oleh : Agus Parewa

 

Aku ingin menulis sajak

Ketika kemarau turun dimusim hujan dengan deras

Lalu tiba-tiba bunga-bunga,

pohon-pohon tua, tiang-tiang listrik,

sawah-sawah bendera, baliho-baliho politik,

kodok-kodok kelaparan

Jembatan-jembatan, jemuran-jemuran mahasiswa

dan mata-mata mu basah

kuyup

Tapi nyatanya aku tertidur

sebelum sajak itu tulis

dan kemarau menangis.

 

Makassar, 1 desember 2016

BeSmart BeSafe

 

 

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…