Makassarcerdas.com – Apa bayangan anda ketika mendengar kata Makassar? Kasar! Anda salah besar. Kata itu sama sekali tidak memiliki kaitan dengan nama kota ini. Kalau pernah jatuh cinta dengan laki-laki atau perempuan Makassar, barulah kemungkinan anda akan tahu betapa kata itu, retak. Salah sambung. Salah alamat. Sama sekali tidak memiliki asoasi filosofis dengannya. Namun, kalau sedikit ingin lebih dalam mengetahui tentangnya,  cobalah mencicipi produk budayanya, makanan khasnya, pisang EPE’.

 

Pisang EPE’ merupakan dua kata yang berasal dari akar sejarah berbeda. Sebagaimana perjalanan hingga pertemuannya, buah pisang telah ditemukan dan dikonsumsi manusia sekitaran tahun 5000 SM. Penamaannya sendiri diasalkan untuk memberi penghormatan kepada keluarga Antonius Musa, dokter keluarga kerajaan kaisar Romawi yang menganjurkan orang memakan pisang sebagai makanan sehat. Hingga saat ini, dunia kesehatan semakin menganjurkan konsumis buah pisang. Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa pisang memiliki 2 kali larbohidrat dan 5 kali kandungan vitamin A; meningkatkan energi dan berfungsi sebagai imun tubuh, serta banyak lagi faedah lainnya.

Source : jendelakuliner[dot]com

Lantas, kata EPE’ ini apa sih? Nah, inilah membuatnya menarik. Tentunya, di sana ada lebih banyak cerita lagi tentang perstiwa lahirnya. Ada banyak pengalaman kebudayaan terangkum dalam narasi dan perjalananannya hingga masuk dalam ruang dan waktu kita saat ini. Untuk lebih mendalamnya lagi tulisan ini tidak bermaksud menguraikan itu disini. Anda harus datang sendiri menggalinya dan menemukannya agar cerita perjalanan anda bisa lebih menarik lagi. Agar pertanyaan mengenai cinta, kesetiaan, serta betapa kata “KASAR” sama sekali salah sambung atau salah alamat, maka datanglah ke kotanya.

 

EPE’?belum dijawab? Ok..ok..akan dijawab sesingkatnya agar perkenalan ini tak kusam…he..he. EPE’ sederhananya diartikan sebagai cara menggepengken pisang, dengan menggunakan alat jepit hingga pisangnya mengalami pemadatan-rata. Upaya ini dilakukan agar saat bertemu bara, karena melalui pemanggakan, pembakarannya merata. Selain itu, jenis pisangnya adalah pilihan, tidak terlalu matang dan lembek. Lebih lanjut, pisang telah gepeng itu kemudian dibaluri macam-macam rasa, yakni: coklat, keju, atau coklat keju. Namun, paling penting anda jangan lupa memesan rasa original. Kata original menunjukkan rasa dasarnya. Pisang EPE’ dibalur saus gula merah aroma durian. Nyammm…!

 

Pisang EPE’ bukanlah makanan sebagaimana terbitan luar negeri yang harus dicicipi di tempat beretalase transparan nan dingin. Ia milik kalangan umum, dan dapat ditemukan di tepi-tepi jalan, bagian barat kota Makassar. Ya, sekitaran Pantai Losari itulah anda bisa mendapatkannya. Cobalah!

[Narayata]

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
  • Coto dan Kapurung: Jembatan Penghubung Indonesia

    Makassarcerdas.com – Suatu ketika teman saya ke Makassar dan bertanya, ” Makan…
Load More In Beyond Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…