Makassarcerdas.com – Aku ingin berkisah tentang cinta. Tenang saja ini bukan cerita yang berisi kalimat-kalimat nasehat sebab ku tahu banyak orang yang tak suka dengar ceramah. Lagipula hidup tak semudah kata-kata motivator bijak, bukan?

Tapi kalau kau temukan nasehat di dalamnya, barangkali memang pada dasarnya cerita harus membawa misi. Lagipula ini hanya fiktif belaka. Dan aku pikir kata-kata ya kata-kata, tak bisa menjelma Dewa.

Ah.. Prolog yang terlalu lama dan tidak nyambung dan sudah mulai ngelantur.

Baiklah aku akan mulai bercerita.
Pada suatu hari hiduplah seekor binatang di sebuah desa bernama… Tunggu dulu, sepertinya kalian tidak ingin mendengarkan dongeng. Aku akan memulainya cerita ini sedikit lebih serius.

Baiklah..
Malam itu hujan mengalir deras dari atap rumah. Suaranya mengelegar disertai guntur dan petir. Lelaki itu duduk dan terdiam. Di sudut cafe yang tak seramai biasanya ia mendapati kabar mengejutkan. Ia melihat foto lamaran kekasihnya di instagram. Perempuan yang dipacarinya selama 4 tahun jatuh ke tangan orang lain.

“Sundala” teriak lelaki itu dengan spontan yang mengagetkan pengunjung cafe yang lain. Ia tak tahan menahan perih yang lantas memaksanya meneteskan air mata. Lelaki itu bergegas meninggalkan cafe meski hujan tak menunjukkan akan reda. Ia menerobos hujan dengan air mata yang tak hentinya mengalir.
Entah apa yang merasuki pikirannya, ia memutuskan untuk membunuh kekasihnya sebab mereka pernah berjanji untuk sehidup-semati. Dalam perjalan itu seluruh kenangan manis mengisi kepalanya. Tapi lelaki itu tak hentinya mengucapkan bahasa penuh murka kepada perempuan yang pernah dicintainya.

Source : askideas[dot]com

Proses lamaran masih berlangsung. Rumah kekasihnya masih ramai dengan mobil-mobil yang terparkir dengan rapih. “Sundala..! Ternyata ini alasanya”, ucap lelaki itu sambil melihat mobil-mobil mewah itu.

Lelaki itu telah mengeluarkan badiknya dan diacungkan ke atas. Ia tak henti-hentinya teriak dengan sumpah serapah. Tak lama kemudian suasana menjadi sangat ramai. Orang-orang dalam rumah itu keluar dan geram melihat pemuda yang tak memiliki perangai baik itu.

Kekasihnya keluar dan langsung memeluk lelaki itu. Suasana seketika redam. “aku masih mencintaimu, hati ini masih milikmu, tapi sudah berapa kali aku minta dilamar kau tak kunjung memperlihatkan keseriusanmu. Semua perempuan butuh kejelasan, termasuk diriku.” Ucap perempuan yang tak hentinya menangis. Lelaki itu kehabisan kata, ia seolah dihempaskan dari ketinggian. Ia tak mampu mengucapkan sepatah-katapun. Ia menangis dan sangat merasa bersalah. “Pria yang melamarku tak pernah mencintaiku begitupun sebaliknya. Aku yang memintanya untuk melamarku. Pria itu tidak butuh kata-kata sesaat sehari aku meminta untuk dilamar, ia datang membawa keluarganya untuk melamarku. Itulah keseriusan yang tak pernah kau tampakkan” tambah perempuan itu. Lelaki itu semakin menangis tersedu-sedu. ” kau pasti tahu bahwa semua ayah ingin melihat anak perempuannya bahagia. Ayah ku sudah tua. Sekarang sudah waktunya aku memberikan ia kebahagiaan”. ucap perempuan itu lagi.

Rentetan kalimat itu terasa semakin menusuk lebih sakit dari sebuah tikaman badik. Lelaki itu kemudian angkat bicara “kenapa tidak kau berikan waktu untuk saya menyiapkan semuanya terlebih dahulu sebab tak mungkin kau kuberikan batu untuk dimakan”. “Ah, pecundang. Alasan itu klasik sekali. Kau yang bilang bahwa menikah cuman butuh 3 syarat, wali, mahar, dan penghulu lalu sekarang kau permasalahkan hal itu. Sudahlah, aku mencintaimu, tapi cinta tanpa tujuan bukanlah cinta. Kau bahkan tak memiliki keyakinan. Kau takut. Pengecut”. Sambung kekasihnya.

Tapi, tiba-tiba 3 kali tikaman menghunus perut perempuan itu. Ia terjatuh bersimbah darah. Lelaki itu membisik” aku datang menagih janji” lalu lelaki itu menikamkan badiknya ke dirinya sendiri.

(SAFRI ARIFUDDIN MASSER)
#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
  • Puisi dan Biru

    Puisi dan Biru 1 Makassarcerdas.com – Kulitnya sawomatang. Matanya bulat bersih, ses…
  • Universitas Negeri Malulah

    Makassarcerdas.com – Seminggu yang lalu, Pak Rustam berada di luar kota untuk membaw…
Load More In Cerpen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…