Makassarcerdas.com – Pendidikan adalah sesuatu yang sekarang menjadi problem di masyarakat, dimana telah kita ketahui bersama bahwa bangku pendidikan adalah tempat dimana kita bisa berkembang sesuai IPTEK. Khususnya dalam dunia pendidikan jenjang perguruan tinggi atau tingkat universitas begitu banyak tuntutan. Tentang ketidakmampuan ekonomi untuk menyaingi tingginya biaya kuliah, sehingga menimbulkan keterbatasan antara kaum ekonomi rendah dan tinggi. Seperti halnya dengan kampus saya, universitas Muslim Indonesia (UMI) yang setiap tahunnya mengalami kenaikan biaya perkuliahan yang artinya setiap generasi berbeda dengan generasi sebelumnya. Kenaikan ini belum diketahui apa penyebab hal itu terjadi. Kita sama-sama tahu bahwa umi merupakan salah satu kampus swasta yang ada di Indonesia timur yang bisa di bilang umi menduduki posisi yang cukup tinggi sebagai kampus swasta bergengsi.

Source : vebma[dot]com

Selain sarana dan sumber daya yang bisa dikatakan memadai, umi juga mempunyai tenaga pengajar dan akreditasi kampus BAN-PT. Umi juga selalu memiliki tempat yang spesial di hati masyarakat. Jadi memiliki peminat yang cukup banyak. Di tengah kisruh mahalnya biaya perkuliahan di Umi membuat asumsi bahwa hanya orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas lah yang mampu menimbah ilmu disana. Sedangkan yang kita lihat di luar sana banyak saudara kita sesama generasi muda yang memiliki keinginan yang sama, memiliki kebutuhan yang sama untuk mengenyam bangku pendidikan sebagai mahasiswa. Mahalnya biaya perkuliahan di umi menimbulkan banyak kekecewaan dan ketidakpuasan terlepas dari kebenaran bahwa apa yang di keluarkan sesuai dengan apa yang di dapatkan. Fasilitas dan kenyamanan belajar dalam kelas.

Selain itu seharusnya pihak birokrasi kampus menjelaskan atau setidaknya memberi alasan meskipun hanya sedikit tentang kenapa kenaikan itu terjadi setiap tahunnya supaya kita selaku mahasiswa dapat menerima alasan tersebut karena alasan masuk akal. Terlepas dari mahalnya biaya perkuliahan perlu pula adanya dedikasi dari tenaga pengajar tentang perbaikan perbaikan dalam proses belajar mengajar. Mungkin dosen harus lebih rajin dan disiplin lagi serta aktif dalam memantau sejauh mana perkembangan mahasiswanya. Jangan sampai kita sebagai mahasiswa tidak mantap dalam menimbah ilmunya datang kemudian hanya absen lalu pulang, atau bahkan hanya menitip kampus dan tidak muncul sama sekali. Antara dosen dan mahasiswa harus terjalin komunikasi dua arah dimana mahasiswa sebagai penerima dan dosen sebagai pemberi harus ada ke kompakan demi kesuksesan proses belajar mengajar agar ada feedback yang di dapat sesuai dengan apa yang telah di keluarkan. Saya rasa ini menjadi tugas dari masing-masing pihak bagaimana caranya agar kedua belah pihak sama-sama tidak merasa di rugikan.

Keresahan Hati Mahasiswa Universitas Bergengsi (Sahabat Makassar Cerdas)

[Anonim]

#BeSmartBeSafe

Comments

comments

Load More By MakassarCerdas
Load More In Opini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Iklan Layanan Masyarakat DPP FPBI -Jangan Buang Sampah ke Laut

Salam Bahari !!! Salam Bela Negara !!! Sampah Laut Semakin Menghawatirkan !!! Perilaku Bua…